Posted by : Slamats Rabu, 10 Oktober 2012

MORFIN

Gambar tanaman Morfin (Opium) secara umum:

     Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Morfin (INN), (diucapkan / n morfi /), (MS T'rusk.MSIR, Avinza. Kadian. Oramorph. Roxanol, Kapanol) adalah potensial candu analgesik obat dan dianggap sebagaiprototipikal opoid.

     Bertentangan dengan namanya, opium bukan sebuah campuran kimiawi tunggal, namun merupakan gabungan beberapa campuran kimiawi, seperti sebuah salad yang terdiri dari beberapa campuran seperti gula, protein, cuka, air dan banyak alkaloida, dan beberapa bahan lainnya. masyarakat yang menumbuhkan opium untuk harga narkotika terutama tertarik akan alkaloidanya.


     Suatu alkaloida adalah suatu unsur bahan kimia kompleks organik, ditemukan di tumbuh-tumbuhan, yang memiliki karakteristik menggabungkan nitrogen dengan elemen lainnya, memiliki rasa yang pahit, dan secara khas memiliki beberapa racun, stimulan, memiliki efek penghilang rasa sakit. Memiliki banyak alkaloid berbeda, pada tumbuhan opium ditemukan 30 jenis. Dengan morfin (morphine), merupakan alkaloid paling penting pada opium - itu kualitas narkotik alaminya seperti halnya struktur kimiawi yang sama tersedia untuk heroin - alkaloid lainnya, codeine, adalah yang juga dicari untuk ciri-ciri medisnya. Alkaloid-alkaloid lain termasuk didalamnya, papaverine, narcotine, nicotine, atropine, cocain, dan mescaline. Konsentrasi dari morfin (morphine) di opium bervariasi tergantung dimana dan bagaimana tumbuhan tersebut ditanam, dengan tingkatan dari 3% hingga 20%.




      Bunga candu opium atau papaver somniverum, adalah hanya satu dari lebih 100 spesies tumbuhan bunga yang tumbuh di alam liar dan yang dibudidayakan diseluruh dunia. Papaver somniverum adalah satu dari banyak bunga yang berbeda, itu merupakan satu dari hanya dua spesies yang menghasilkan morfin (morphine) / bahan aktif didalam opium, dan satu-satunya secara aktif ditanam untuk memproduksi obat.

    
     Dalam dunia kedokteran morfin merupakan analgesik narkotik yang bisa digunakan dalam operasi dan biasanya digunakan para tentara dimedan perang yang terkena tembakan pistol ataupun terkena tusukan benda tajam yang dengan terpaksa dalam keadaan darurat digunakan untuk menahan rasa sakit yang sangat berat. Morfin merupakan agonis reseptor opioid, dengan efek utama mengikat dan mengaktivasi reseptor µ-opioid dan к-opioid pada sistem saraf pusat.

Struktur kimia  Morfin:





















Sifat morfin:


      yaitu khasiat analgesik morfin lebih efektif pada rasa nyeri yang terputus-putus (interminten) dan yang batasnya tidak tegas. Dalam dosis cukup tinggi, dapat menghilangkan kolik empedu dan uretur. Morfin menekan pusat pernafasan yang terletak pada batang otak sehingga menyebabkan pernafasan terhambat. Kematian pada kelebihan dosis morfin umumnya disebabkan oleh sifat menghambat pernafasan ini. Efek menekan pernafasan ini diperkuat oleh fenotiazin, MAO-I dan imipramin.

     Sifat morfin lainnya ialah dapat menimbulkan kejang abdominal, muka memerah, dan gatal terutama di sekitar hidung yang disebabkan terlepasnya histamin dalam sirkulasi darah, dan konstipasi, karena morfin dapat menghambat gerakan peristaltik. Melalui pengaruhnya pada hipotalamus, morfin meningkatkan produksi antidiuretik hormon (ADH) sehingga volume air seni berkurang. Morfin juga menghambat produksi ACTH dan hormon gonadotropin sehingga kadar 17 ketosteroid dan kadar 17-hidroksi kortikosteroid dalam urine dan plasma berkurang. Gangguan hormonal ini menyebabkan terganggunya siklus menstruasi dan impotensi.

  • Farmakodinamik

     Efek morfin terjadi pada susunan syaraf pusat dan organ yang mengandung otot polos. Efek morfinpada system syaraf pusat mempunyai dua sifat yaitu depresi dan stimulasi. Digolongkan depresi yaitu analgesia, sedasi, perubahan emosi, hipoventilasi alveolar. Stimulasi termasuk stimulasi parasimpatis,miosis, mual muntah, hiperaktif reflek spinal, konvulsi dan sekresi hormon anti diuretika (ADH). .(Latief dkk, 2001; Sarjono dkk, 1995; Wibowo S dan Gopur A., 1995; Omorgui, 1997).

  • Farmakokinetik

     Morfin tidak dapat menembus kulit utuh, tetapi dapat menembus kulit yang luka. Morfin juga dapatmenembus mukosa. Morfin dapat diabsorsi usus, tetapi efek analgesik setelah pemberian oral jauhlebih rendah daripada efek analgesik yang timbul setelah pemberian parenteral dengan dosis yangsama. Morfin dapat melewati sawar uri dan mempengaruhi janin. Ekskresi morfin terutama melaluiginjal. Sebagian kecil morfin bebas ditemukan dalam tinja dan keringat.


Dartar Pustaka

{ 7 komentar... read them below or Comment }

  1. Berdasarkan artikel diatas, kita ketahui bahwa morfin itu sering digunakan dalam bidang kedokteran.
    yang menjadi permasalahan (pertanyaan) saya adalah:
    Bagaimana kinerja/cara kerja morfin itu ketika digunakan seorang dokter untuk melakukan suatu operasi dan sebagainya?
    Balas

    BalasHapus
  2. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. cara kerja morfin ada dua yaitu :
    1. Farmakodinamik
    Efek morfin terjadi pada susunan syaraf pusat dan organ yang mengandung otot polos. Efek morfinpada system syaraf pusat mempunyai dua sifat yaitu depresi dan stimulasi. Digolongkan depresi yaitu analgesia, sedasi, perubahan emosi, hipoventilasi alveolar. Stimulasi termasuk stimulasi parasimpatis,miosis, mual muntah, hiperaktif reflek spinal, konvulsi dan sekresi hormon anti diuretika (ADH).

    2. Farmakokinetik
    Morfin tidak dapat menembus kulit utuh, tetapi dapat menembus kulit yang luka. Morfin juga dapatmenembus mukosa. Morfin dapat diabsorsi usus, tetapi efek analgesik setelah pemberian oral jauhlebih rendah daripada efek analgesik yang timbul setelah pemberian parenteral dengan dosis yangsama. Morfin dapat melewati sawar uri dan mempengaruhi janin. Ekskresi morfin terutama melaluiginjal. Sebagian kecil morfin bebas ditemukan dalam tinja dan keringat

    BalasHapus
  3. sehubungan dengan cara kerja dan efek yang diberikan morfin terhadap sel saraf manusia, yaitu dapat menahan rasa sakit dan memberikan efek pada perubahan emosi. maka morfin ini dapat digunakan sebagai sebuah media dalam bidang kedokteran.
    adapun kinerja morfin ini scara gamblang adalah morfin ini mengikat dan mengaktivasi reseptor µ-opioid dan к-opioid pada sistem saraf pusat. sehingga terjadilah efek2 sesuai dengan dosis yang diberikan.

    BalasHapus
  4. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. gugus Nitrogen adalah gugus yang paling aktif pada struktur morfin karena sifatnya pendeaktifasi yang memiliki efek fisiologis terhadap tubuh.
    Di dalam tubuh, morfin terutama dimetabolisme menjadi morphine-3-glucuronide dan morphine-6-glucuronide (M6G). Pada hewan pengerat, M6G tampak memiliki efek analgesia lebih potensial ketimbang morfin sendiri. Sedang pada manusia M6G juga tampak sebagai analgesia. Perihal signifikansi pembentukan M6G terhadap efek yang diamati dari suatu dosis morfin.
    Morfin diberikan secara parenteral dengan injeksi subkutan, intravena, maupun epidural. Saat diinjeksikan, terutama intravena, morfin menimbulkan suatu sensasi kontraksi yang intensif pada otot.

    BalasHapus
  5. Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
    morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Pada umumnya morfin ini digunakan saat melakukan operasi kepada pasien yang sakit, untuk menghilangkan rasa sakit ketika tubuhnya dibedah.
    Efek samping kecanduan opium antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Opium juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan menyebabkan konstipasi. Opium menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya, pasien opium dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Pelambatan dan kekacauan saat berbicara, kerusakan penglihatan saat malam hari, kerusakan pada liver dan ginjal, serta meningkatkan resiko terkena virus HIV dan penyakit infeksi lainnya.

    BalasHapus
  6. Dari beberapa literatur yang saya baca.,Cara kerja morfin dalam tubuh adalah dengan menekan pusat pernapasan.
    selain itu morfin juga bekerja dengan menstimulus syaraf pusat.sehingga dalam penggunaan morfin menyebabkan beberapa efek yaitu diantarantya:
    a. Analgesia: Morfin menyebabkan analgesia (menghilangkan nyeri tanpa hilangnya kesadaran). Opioid menghilangkan nyeri dengan meningkatkan ambang rasa nyeri pada tingkat medula spinalis, dan yang lebih penting lagi, dengan mengubah persepsi otak terhadap nyeri. Penderita yang diobati dengan morfin tetap waspada terhadap adanya rasa nyeri, tetapi sensasinya menyenangkan.

    b. Euforia: Morfin menghasilkan rasa puas dan rasa sehat yang kuat. Euforia mungkin disebabkan oleh stimulasi tegmentum ventral.

    c. Pernafasan: Morfin menyebabkan depresi pernafasan dengan pengurangan sensitivitas neuron pusat pernafasan terhadap karbon dioksida. Ini terjadi dngan dosis biasa morfin dan diperkuat jika dosis ditingkatkan sampai akhirnya pernafasan berhenti. Depresi pernafasan merupakan penyebab kematian yang paling sering pada keadaan takar lajak akut opioid.

    d. Penekanan refleks batuk: Morfin dan kodein mempunyai efek antitusif.

    BalasHapus
  7. Bisakah saya mendapat literatur terkait tentang ini? Saya perlu 30 jenis alkaloid yg dimaksud apa saja

    BalasHapus

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

- Copyright © Slamat -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -